Dinilai Tebang Pilih Media dan Lempar Isu “Berita Pesanan”, Ketua PMI Cilacap Ditantang Buka Data Secara Jantan

NASIONAL139 Dilihat

Derapperistiwa.id | Cilacap,

Gelombang desakan dari masyarakat terkait transparansi pengunaan dana sumbangan di tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap kian bergulir kencang. Publik menuntut adanya audit menyeluruh yang menyajikan data akurat dan terbuka. Namun, sikap yang ditunjukkan oleh Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, justru semakin memicu polemik dan memperlebar spekulasi di tengah masyarakat.(23/05/26).

Meski belakangan Farid Ma’ruf diketahui mulai bersuara di beberapa media lain mengenai rincian anggaran pendapatan dan penggunaan dana tersebut, langkah ini dinilai publik bukan sebagai bentuk transparansi, melainkan upaya pengalihan isu.

Publik memandang sinis kemunculan klarifikasi sepihak tersebut dan menduga kuat adanya “berita pesanan” untuk meredam tensi tuntutan.

Pertanyaan besar pun muncul: mengapa Farid Ma’ruf memilih menyampaikan hal tersebut ke media lain, alih-alih memberikan hak jawab atau mengklarifikasi langsung kepada media yang pertama kali mengawal dan memberitakan isu ini?

“Kalau memang tidak ada yang melenceng, kenapa harus takut mengungkapkan dan memperlihatkan data yang sebenarnya? Secara gentlemen, harusnya temui media yang mengkritisi sejak awal, buka datanya secara transparan di hadapan publik.

Di duga sikap tebang pilih media, seperti ini justru memperkeruh dan memperkuat kecurigaan warga,” desak inisial (S) salah seorang warga setempat menanggapi diplomasi media yang dilakukan PMI Cilacap.

 

Kejanggalan Sikap Awak Media dan Piagam “Tiba-Tiba” muncul ke publik.

Di tengah memanasnya tuntutan transparansi ini, publik juga menyoroti adanya anomali dalam dinamika hubungan antara PMI Cilacap dengan sejumlah oknum pewarta.

Belum lama ini, beberapa pihak yang mengatasnamakan insan pers secara mendadak memberikan apresiasi tinggi dan menyerahkan piagam tanda mata kepada Farid Ma’ruf.

Langkah tersebut dinilai kontradiktif dan terkesan di duga dipaksakan, mengingat fungsi pers seharusnya berdiri sebagai pilar pengawas (social control) yang independen dan kritis dalam mengawal isu dana publik.

Pemberian piagam penghargaan di tengah maraknya tuntutan audit ini dinilai masyarakat sebagai upaya membangun opini publik tiruan (counter-opinion).

 

Tuntutan Publik yang Belum Terjawab

Hingga rilis ini diturunkan, masyarakat Cilacap tetap bersikeras menuntut iktikad baik dan keberanian dari Ketua PMI Cilacap untuk:

Membuka data realisasi fisik penggunaan dana sumbangan masyarakat secara terbuka, bukan sekadar klaim angka di media tertentu, tuntut warga.

Inisial T meminta kepada Ketua PMI Cilacap membuka transparasi publik secara langsung sebagai bentuk pertanggungjawaban publik yang jantan dan akuntabel.

Di minta BPH dan dinas terkait segera audit eksternal guna mengembalikan kepercayaan masyarakat (public trust).

Sikap defensif dan pola komunikasi yang di duga tebang pilih dikhawatirkan akan semakin menggerus tingkat kepercayaan masyarakat Cilacap untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui lembaga ini di masa mendatang.**(tim)

Editor : Redaksi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *