Keracunan Masal MBG di Kampar Meluas: 120 Siswa Terdampak, Operasional SPPG Resmi Ditutup Sementara

NASIONAL7977 Dilihat

Derapperistiwa.id | Kampar,

Petaka program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, Riau, kian meluas dan memicu kecaman publik. Gelombang insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa pelajar di wilayah Tapung Hulu mencatatkan angka korban yang sangat fantastis, mendorong penanganan darurat dari otoritas kesehatan dan pemerintah daerah.

 

Kepala Puskesmas Tapung Hulu I, Nuhaidin, SKM, mengonfirmasi bahwa penanganan medis telah dilakukan secara intensif terhadap puluhan siswa yang mengalami gejala klinis akut.

 

“Jumlah korban keracunan MBG yang tercatat mendapatkan perawatan medis mencapai 81 orang yang ditangani di Puskesmas Tapung Hulu, sementara 10 siswa lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkap Nuhaidin saat memberikan keterangan.

 

Namun, data lapangan menunjukkan skala dampak yang jauh lebih besar. Berdasarkan penghimpunan data mandiri oleh tim media di lingkungan sekolah, total keseluruhan korban terdampak di SMK Negeri 1 Tapung Hulu diperkirakan menembus angka 120 orang siswa yang mengalami pusing, mual, muntah, hingga gangguan pencernaan usai mengonsumsi hidangan paket MBG.

 

Menanggapi eskalasi kasus ini, Ketua Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Kampar, Dr. H. Misharti, S.Ag., M.Si., menegaskan keprihatinan mendalam dan mengambil tindakan tegas atas operasional penyedia jasa makanan.

 

“Satgas MBG Kabupaten Kampar tentu sangat prihatin. Kita tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Fokus utama kita saat ini adalah memastikan seluruh anak-anak yang terdampak mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Misharti di Kampar.

 

Misharti menegaskan bahwa pihak Pemkab Kampar tidak akan mentoleransi kelalaian standar higienitas pangan. Pihaknya resmi membekukan sementara aktivitas produksi penyedia hidangan tersebut.

 

“Sebagai langkah tegas dan antisipatif, operasional SPPG penyedia makanan tersebut kita tutup sementara (suspend). Pembekuan operasional ini berlaku sembari kita menunggu hasil uji laboratorium resmi terhadap sampel makanan dari BBPOM serta keputusan dan arahan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat,” tegas Wabup Kampar.

 

Kasus keracunan masal yang menimpa ratusan pelajar ini kini menjadi perhatian nasional. Evaluasi total terhadap rantai pasok, pengawasan dapur SPPG, serta penegakan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) didesak untuk dilakukan secara transparan demi menjamin keselamatan jiwa para peserta didik. (Pajar Saragih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *