Derapperistiwa.id | Kampar,
Tak ingin pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar terus menjadi bom waktu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar bergerak cepat. Jumat (18/7/2025), Kasat Lantas AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, S.Tr.K., S.I.K. memimpin langsung program Police Goes to School (PGTS) di SMA Negeri 2 Bangkinang dengan gaya tegas dan pesan yang mengena.
Bersama jajaran Kanit Kamsel Aiptu Junaydi, S.E., Aipda Budiono, dan Bripda M. Resky Rivanda, kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Melalui pendekatan interaktif, Satlantas tak hanya menyampaikan aturan, tapi juga menggedor kesadaran para pelajar tentang betapa mahalnya harga nyawa akibat kelalaian berlalu lintas.
“Jangan tunggu korban berikutnya dari teman sebaya kalian! Saatnya kalian paham, helm bukan hiasan, dan marka jalan bukan pajangan,” tegas AKP Wulan dalam penyampaian materinya yang membuat suasana ruang edukasi mendadak hening, sebelum akhirnya penuh dengan tanya jawab tajam dari para siswa.
Sebagai bukti keseriusan, enam helm berstandar SNI langsung dibagikan kepada siswa yang aktif dalam diskusi. Ini bukan hadiah, tapi peringatan keras dalam bentuk nyata: Keselamatan itu pilihan sadar, bukan kebetulan.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah yang menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran Polri dalam membentuk generasi sadar hukum dan lalu lintas. Harapannya, program semacam ini tidak hanya datang saat ada korban, tapi menjadi kultur pendidikan sejak dini.
“Ini baru edukasi yang menggugah. Kita harap tidak berhenti di sini,” ujar salah satu guru yang hadir dalam kegiatan.
Dengan pendekatan yang lebih berani, Satlantas Polres Kampar membuktikan bahwa mengubah pola pikir pelajar bukan sekadar dengan selebaran, tapi aksi nyata yang berani dan menyentuh logika generasi muda. **Pajar Saragih







