Derapperistiwa.id | Tapung Hilir,
Senin pagi (11/08/2025) di Desa Gerbang Sari, suara cangkul menghantam tanah memecah sunyi. Polsek Tapung Hilir, Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika), dan warga bahu-membahu menggelar “pertempuran” melawan krisis pangan dengan senjata sederhana: bibit jagung pipil dan semangat tak tergoyahkan.
Tak ada jas licin, tak ada rapat ber-AC,yang ada hanya tangan penuh lumpur dan peluh yang mengucur. Bhabinkamtibmas Desa Tandan Sari, Aipda Heri Kiswanto, S.A.P., mewakili Kapolsek AKP Toni, S.H., M.H., memimpin pasukan tanam bersama Plt Kasi Pemerintahan Kecamatan Rohman SE, Kepala Desa Suandi, Babinsa Serka Deswan, Ketua BPD Supono, Direktur Bumdes Rizkuna Mustofa Haryanto SE, PPL Ahmad Hendrik SP, Pendamping Desa Istia S.Sos, Ketua Kelompok Tani Wagiman, dan 15 petani jagung tangguh.
Sebanyak 12.000 bibit jagung (15 kg) “dikerahkan” ke lahan 0,8 hektare. Barisan bibit disusun rapih, 20 cm x 40 cm, menandai awal “perjuangan” 100 hari sebelum panen, tepatnya 21 November 2025. Meski kekurangan air jadi tantangan, semangat di tanah lapang membakar dingin pagi.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, melalui Kapolsek AKP Toni, menyatakan lantang:
“Ketahanan pangan bukan pilihan, tapi kewajiban. Hari ini kita menanam jagung, esok kita menuai kedaulatan!”
Pantauan di lokasi, setiap petani menanam seperti menancapkan sumpah setia pada tanah kelahiran. Tapung Hilir hari itu tidak hanya menanam jagung, mereka menanam perlawanan terhadap ketergantungan pangan dan ketidakmandirian desa.Karena tanpa pangan, tak ada kemerdekaan sejati!







