Megawati Soekarnoputri beri 5 Pesan dalam Pidatonya HUT Kemerdekaan Ke 79

NASIONAL1449 Dilihat

Derapperistiwa.id | Jakarta,

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyinggung soal penyimpangan yang terjadi di Pemilihan Umum (Pemilu) saat ini. Rakyat kini dipaksa untuk memilih pemimpin yang belum mumpuni.

Pernyataan Megawati disampaikan Megawati dalam amanat upacara saat menjadi pembina dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

Seharusnya, kata Presiden kelima RI itu, rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin yang dianggap layak.

“Berilah hak rakyat untuk dapat mencari pemimpinnya yang benar-benar itu bagi mereka adalah pemimpin yang sejati. Bukan mencari atau dipaksakan untuk mencari pemimpin yang pada kenyataannya belum mempunyai kader sebagai pemimpin yang mumpuni,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, Pemilu merupakan wadah untuk memastikan rakyat bisa menggunakan haknya dengan baik.

Namun yang terjadi kini, prinsip Pemilu Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (Luber) tidak lagi dihormati.

“Saya tidak terbayangkan bahwa pemilihan yang katanya pemilihan umum lalu ‘Luber’, langsung, umum, bebas, rahasia, dengan segala slogannya, tetapi tidak menjadi sebuah kenyataan,” tutur Megawati.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengungkap soal penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di Indonesia saat ini. Hukum malah dibelokkan kegunaannya dan dijadikan alat intimidasi rakyat.

Hal ini disampaikan Megawati saat menyampaikan amanat upacara saat menjadi pembina dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

“Saudara-saudaraku sekalian, anak-anakku, rakyat Indonesia yang saya cintai. Seluruh cita-cita besar kemerdekaan itu kini ada yang coba membelokkan sejarah melalui kekuasaannya,” ujar Megawati.

“Topangan kemerdekaan yang diletakan pada kedaulatan rakyat mencoba diganti dengan kedaulatan kekuasaan, hukum digeser maknanya dari keadilan yang hakiki menjadi alat intimidasi,” lanjutnya menambahkan.

Padahal, Presiden kelima RI itu menilai seharusnya konstitusi menjadi landasan pokok bagi pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia. Namun, kini produk hukum malah dipermainkan demi kepentingan segelintir pihak.

“Seluruh upaya tersebut berjalan secara sistematis dengan kemasan wataknya yang sepertinya populis,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Presiden ke 5 Megawati Soekarnoputri juga memberikan pesan Kemerdekaan ke 79, kepada seluruh kadernya, ada 5 point yang disampaikanya antara lain :

1. Pahamilah seluruh konsepsi,pemikiran, cita-cita, semangat, danper juangan kemerdekaan Indonesia. Kesemuanya mengandung cita-cita yang mulia bagi terwujudnya Indonesia Raya.

2. Gelorakan Pancasila dengan seluruh falsafah kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945. Jadikan Pancasila sebagai pegangan hidup dan jiwa bangsa. Jalankan UUD Negara Republik Indonesia 1945 dengan selurus-lurusnya.

3. Genggam semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta perhebat kekuatan gotong royong rakyat agar bangsa Indonesia dapat keluar dari berbagai persoalan sebagaimana kita. hadapi saat ini

4. Terus bangun optimisme bahwa keadilan dan kemakmuran akan hadir selama kita berjuang keras bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

5. Kita siapkan masa depan Indonesia dengan menggembleng para pemuda pemudi Indonesia agar menjadi pandu-pandu bang sayang mumpuni dan berkarakter Indonesia.

(Realis)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *