Derapperistiwa.id | NTT,
Setelah melalui serangkaian kegiatan yang intensif dalam beberapa bulan ini, Desa Baliloku, Kecamatan Wanukaka, akhirnya secara resmi meluncurkan Desa Sehat-Keluarga Bebas Stunting.
Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi yang erat antara pemerintah desa dan kecamatan, puskesmas, polsek Wanukaka dan masyarakat dalam mendukung ide dan gagasan dari instansi pendidikan Poltekkes Kemenkes Kupang dalam melakukan Pengabdian Masyarakat Skema PPDS.
Pengabdian Masyarakat Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) yang dilaksanakan di Desa Baliloku ini telah berhasil mengidentifikasi dan mengatasi berbagai faktor penyebab stunting.
Melalui pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, pelatihan pijat bayi, pemeriksaan kesehatan yaitu status kecacingannya, dan perbaikan sarana sanitasi serta edukasi PHBS, maka banyak hal yang sudah didapatkan oleh masyarakat di Desa Baliloku yaitu adanya peningkatan pengetahuan pemahaman terkait pencegahan stunting dan angka stunting di Desa Baliloku berhasil ditekan.
Kegiatan PPDS ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat skema program pengembangan desa sehat yang dilakukan oleh Tim Poltekkes Kemenkes yang terdiri dari Prodi Keperawatan Waikabubak, Jurusan Sanitasi Kupang, Jurusan Keperawatan Kupang, Jurusan Kebidanan Kupang, dan Jurusan Gizi dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Program Pengembangan Desa Sehat dalam rangka Integrasi Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting di Desa Baliloku Kecamatan Wanukaka Kabupaten Sumba Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang dengan menerapkan Interprofesional collaboration (IPC) dari berbagai bidang ilmu yaitu Kebidanan, Keperawatan, Sanitasi dan Gizi.
Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Irfan SKM.,M.Kes, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program ini. “Peluncuran Desa Sehat ini merupakan tonggak sejarah bagi Desa Baliloku. Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan komitmen, kita dapat menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Keberhasilan Desa Baliloku dalam mencapai status Desa Sehat dan Bebas Stunting tidak terlepas dari peran aktif masyarakat. Melalui program PPDS, masyarakat telah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan keluarga mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan semangat gotong royong, semoga menjadikan desa baliloku desa sehat, keluarga bebas stunting.” Ungkap Camat Wanukaka, Adi Birut.SH..
Senada dengan Camat, Kepala Desa Baliloku juga menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat skema PPDS.
Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang’.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Kupang yang ikut serta saat pencanangan ini menyampaikan kepada Tim PPDS bahwa sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat PPDS ini karena bisa memberikan sumbangan nyata kepada masyarakat dalam penanganan masalah stunting secara komprehensif di Desa Baliloku.
Beliau juga mengapresiasi pihak pemerintah desa dan camat serta pihak puskesmas dan Babin dan Kapolsek Wanukaka yang sudah turun secara langsung mendampingi kegiatan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan.
Pada saat penyerahan hadiah lomba memasak menu PMT local dengan berbagai kelompok umur, beliau juga mengapresiasi kader karena bukan hanya ibu rumah tangga yang menjadi kader, tetapi juga Bapak dan bahkan ada yang masih anak muda yang menjadi kader aktif di Desa Baliloku.
Hal ini menunjukkan bahwa komitmen pemerintah dan masyarakat sangat tinggi dalam penanganan permasalahan stunting, dan ini modal awal yang sangat baik untuk bisa segera menyelesaikan permasahan stunting di Desa Baliloku.
Kepala Pusat PPM Poltekkes Kemenkes Kupang menyampaikan kepada Kaprodi Keperawatan Waikabubak untuk bisa melanjutkan kegiatan baik pendidikan, penelitian dan pengabdian msyarakat di Desa Baliloku, terkhusus sebagai Desa Binaan Prodi karena sudah ada Nota Kesepahaman (MoU) antara Poltekkes Kemenkes Kupang dan Kepala Desa untuk menjadikan Desa Baliloku sebagai Desa Binaan Poltekkes Kemenkes Kupang.
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan secara rutin, serta praktik pengasuhan anak yang baik, sanitasi yang baik telah memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Desa Baliloku.
Melalui gotong royong dan semangat kebersamaan, masyarakat telah membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari hal-hal kecil. (Marcho)
Penulis ; Ririn Widyastuti, S. ST., M. Keb,Dr. Wanti, SKM., M. Sc,Mariana Ng. Awang, S. Si. T., M. Kes.







