Anang Iskandar : Indonesia Butuh 100 Tahun, Agar Bebas Dari Penyalahgunaan NARKOTIKA

NASIONAL682 Dilihat

Derapperistiwa.id | Jakarta,

Tunggu 100 tahun untuk mewujudkan Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkotika, kalau tidak ada kebijakan rehabilitasi dari pemerintah untuk membantu pengguna/penyalah guna narkotika untuk sembuh dari sakitketergantungan narkotika seperti yang diamanatkan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. itupun kalau prevalensi pengguna/penyalah guna tidak naik.

Kunci sukses penanggulangan masalah narkotika bukan tergantung pada berapa jumlah pelaku kejahatan narkotika yang ditangkap, dituntut dan diadili serta dihukum, tapi tergantung pada seberapa banyak pengguna/penyalah guna narkotika yang direhabilitasi demikian yang ditulis dalam unggahan akun IG nya Dr.Anang Iskandar Pakar Hukum Narkotika Selasa (19/11/24).

Lebih lanjut Anang katakan, “Bila pengguna/penyalah guna yang direhabilitasi trendnya meningkat maka penanggulangan masalah narkotika menunjukan on the track,bila rehabilitasi pengguna/penyalah guna trendnya stagnan maka penanggulangan masalah narkotikanya cenderung gagal” ungkapnya.

Mantan Kepala BNN ini juga menegaskan, “seandainya saya jadi presiden,saya akan perintahkan Menteri Kesehatan dan Menteri sosial dan KA BNN untuk membuat Sistem Rehabilitasi Pecandu secara nasional seperti yang diamanatkan oleh UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika agar trend pengguna/penyalah guna narkotika dapat segera diketahui gelagat perkembangannya dan keberhasilan rehabilitasi tandas Anang.

Masalah yang dihadapi pemerintah saat ini adalah pengguna narkotika dalam proses penegakan hukum dijatuhi oleh hakim dengan hukuman penjara, dan pengguna/penyalah guna yang oleh UU diwajibkan melakukan wajib lapor pecandu ke rumah sakit atau puskesmas yang ditunjuk tidak jalan, hanya rehabilitasi sukarela milik BNN saja yang melakukannrehabilitasi yang daya tampung pertahunnya tidak sampai 1% dari prevalesi penggunanya.

Artinya kalau tidak ada sentuan dari presiden maka indonesia bisa lebih dari 100 tahun untuk mencapai Indonesia bebas narkotika.

Itulah sebabnya saya berkeinginan jadi presiden, tapi maksud hati memeluk gunung apa daya gunungnya meletus pungkasnya.

(D.Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *