Tirza Tabelak: Pentingnya Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Perawatan Kehamilan

NASIONAL717 Dilihat

Derapperistiwa.id | NTT,

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dalam perawatan kehamilan sangatlah penting. Selain itu, pendampingan juga perlu dilakukan dalam perawatan kehamilan yang meliputi ANC (10T), nutrisi, perawatan payudara, personal hygiene, istirahat dan tidur, konsumsi tablet tambah darah, kalsium dan vitamin C.

Cara tersebut dapat membantu meningkatkan status kesehatan ibu hamil sehingga bayi yang dikandung dan anak yang nantinya akan dilahirkan bebas stunting.

Demikian yang disampaikan Tirza Vivianri Isabela Tabelak,SST.,M.Kes, selaku Praktisi Kesehatan Ibu dan Anak Poltekkes Kemenkes Kupang, kepada media pada Sabtu, 23/11/24.

“Hasil observasi pada posyandu desa Oelnasi menunjukkan bahwa tidak semua ibu hamil berkunjung ke posyandu, ibu hamil yang datang ANC di posyandu tidak teratur. Beberapa permasalahan ini dapat diakibatkan oleh karena ibu-ibu belum tahu pentingnya ANC, perawatan kehamilan yang sehat sebagai bentuk skrining kehamilan dan kondisi anak yang dikandung”. Jelas Tirza.

Ibu hamil masih menganggap bahwa setiap kehamilan sejatinya berjalan normal, tambah Tirza, sehingga intervensi yang lain tidak terlalu penting padahal asumsi ini tidak berlaku sama bagi setiap perempuan yang hamil.

Respon setiap perempuan akan kehamilan berbeda sehingga perlu tatalaksana sesuai standar agar kehamilan berjalan aman dan sehat, ibu sehat dan bahagia serta janin yang dikandung bertumbuh dan berkembang secara optimal.

“Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada maka perlu keterlibatan akademisi, membantu ibu hamil agar paham dan mau melaksanakan perawatan kehamilan dengan benar. Hal ini dilakukan untuk mencegah kesakitan dan masalah stunting yang dimulai sejak anak dalam kandungan akibat perawatan kehamilan tidak berkualitas.” Ujarnya.

Adapun Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain memberikan edukasi terkait ANC berkualitas selama hamil (10T), makanan bergizi seimbang, personal hygiene, istirahat dan tidur, konsumsi tablet tambah darah dan kalsium serta vitamin C.

memberikan pelatihan tentang perawatan payudara bagi ibu hamil dan melakukan pendampingan serta monitoring evaluasi untuk mengetahui kelanjutan perawatan selama masa hamil.

Dirinya pun berharap agar setiap ibu hamil dapat bergandengan tangan merawat kehamilan.

Bayi yang dilahirkan di rawat dengan baik, ASI ekslusif dan perawatan bayi sehari-hari terstandar, serta para kader posyandu dapat memantau semua ibu dan bayi agar rajin ke posyandu, menggunakan buku KIA sebagai alat bantu untuk monitoring kesehatan ibu dan bayi.

Sementara itu, Hasri Yulianti, SST.,M.Keb, selaku Praktisi Kesehatan Komunitas Poltekkes Kemenkes Kupang, menambahkan bahwa semua elemen masyarakat perlu diberdayakan membantu ibu-ibu hamil lebih proaktif dalam perawatan dan pemeliharaan kehamilan.

Sehingga ibu hamil sehat dan bayi yang akan dilahirkan juga sehat serta bebas dari stunting, agar angka kesakitan dan kematian menurun.

Dirinya juga menghimbau kepada ibu hamil untuk dapat memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah dimiliki.

Serta melaksanakan ANC berkualitas selama hamil (10T), makan makanan bergizi seimbang, menjaga personal hygiene, istirahat dan tidur, konsumsi tablet tambah darah dan kalsium serta vitamin C.

“Para ibu hamil melakukan perawatan payudara untuk mempersiapkan ASI sehingga dapat memberi ASI ekslusif dan meneruskan ASI bagi bayi sampai usia 2 tahun”.Terangnya.

Dengan kerjasama dan kemitraan semua elemen masyarakat, tambah Hasri, maka ibu-ibu hamil sehat dan nantinya menghasilkan anak yang sehat dan bebas dari stunting. (MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *