By : Pajar Saragih
Derapperistiwa.id | Tapung Hulu,
Kata Hirṣ (keserakahan) dan kata-kata lain yang memiliki makna serupa disebutkan dalam banyak hadis Islam, yang membahas dimensi, motivasi, dan dampak negatifnya. Berikut adalah beberapa contohnya:
Dalam sebuah hadis mulia, Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada Imam Ali (as):
“Ketahuilah, wahai Ali! Bahwa rasa takut (pengecut), kekikiran, dan keserakahan berasal dari satu tabiat yang sama, yaitu buruk sangka.”
Makna ini juga dapat ditemukan dalam Nahjul Balaghah, dalam wasiat Imam Ali (as) kepada Malik al-Asytar. Dalam nasihatnya, beliau memperingatkan agar tidak mengambil nasihat dari orang-orang yang kikir, pengecut, dan serakah, seraya berkata:
“Sesungguhnya kekikiran, ketakutan, dan keserakahan adalah naluri yang berbeda-beda, tetapi semuanya bersumber dari buruk sangka kepada Allah.”
Seseorang yang berprasangka baik kepada Allah dan meyakini kekuasaan-Nya yang mutlak dalam memenuhi janji serta memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tidak akan terjerumus dalam keserakahan untuk mengumpulkan harta dan kekayaan.
Orang yang hidup dalam keadaan bertawakal kepada Allah dan percaya akan rahmat serta perlindungan-Nya, tidak akan takut kepada selain-Nya dan tidak akan gentar terhadap kekuatan mana pun selain kekuatan-Nya yang mutlak.
Begitu pula, seseorang yang selalu berharap pada rahmat dan kebaikan Allah tidak akan pernah merasa bakhil.
Seorang mukmin sejati, yang telah mencapai kesempurnaan dalam tauhid dan imannya kepada Allah serta kepada asma’ dan sifat-sifat-Nya yang Maha Indah, tidak akan pernah terjerumus dalam tiga sifat buruk ini (pengecut, kikir, dan serakah). Meskipun tampaknya berbeda dalam manifestasi luarnya, ketiga sifat ini sebenarnya memiliki akar yang sama dalam batin manusia. Oleh karena itu, terkadang ketiganya disebut sebagai satu naluri, dan di lain waktu disebut dengan nama yang berbeda-beda karena perbedaan dalam bentuk lahiriahnya.
Keserakahan terhadap dunia, kenikmatannya, dan perhiasannya hanya akan membawa kelelahan dan penderitaan bagi manusia. Ia akan terjebak dalam usaha tiada henti untuk memenuhi keinginannya yang semu. Dalam sebuah hadis dari Imam Ali (as), beliau berkata:
“Keserakahan adalah tunggangan kelelahan.”
Dalam hadis lain, beliau juga bersabda:
“Keserakahan adalah penderitaan yang tiada akhir.”
Jika kita mengamati kehidupan orang-orang yang dikuasai oleh keserakahan dan ketamakan dalam perjalanan hidup mereka, kita akan melihat betapa mereka menjalani kehidupan yang penuh kelelahan dan penderitaan. Mereka siang dan malam berusaha mengumpulkan harta dan kemewahan duniawi tanpa benar-benar dapat menikmatinya. Inilah bukti nyata dari hadis-hadis yang telah disebutkan di atas.
اللهم صل على محمد وال محمد وعجل فرجهم
Sumber : Al Qur’an







