Kaburnya 28 Orang Penghuni Yayasan Rehabilitasi Mentari Pagi, Kekhawatiran Akan Keselamatan dan Kesejahteraan

NASIONAL820 Dilihat

Derapperistiwa.id | Tangerang,

Sebuah insiden yang menghebohkan terjadi di Yayasan Rehabilitasi Mentari Pagi yang beralamat di Banjar Wijaya cluster Gracia Blok b 40 Nomor 8 Kelurahan Cipete Kecamatan pinang Kota Tangerang.

Dimana beberapa penghuni kabur dari fasilitas tersebut, Kaburnya penghuni yayasan rehabilitasi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Menurut laporan seorang warga, kaburnya 28 orang penghuni yayasan rehabilitasi ini terjadi pada Kamis (12/6/2025) dini hari. Pihak yayasan menyatakan bahwa mereka sedang melakukan perbaikan closed kemudian penghuni dipindah keluar, dalam kesempatan tersebut digunakan oleh penghuni untuk melarikan diri.

Kehawatiran diungkap oleh seorang warga yang tidak mau disebut namanya atas Keselamatan penghuni yang kabur menjadi perhatian utama, karena mereka mungkin tidak memiliki akses ke sumber daya yang memadai.

Kesejahteraan penghuni yang kabur juga menjadi kekhawatiran, karena mereka mungkin mengalami trauma atau kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Pihak yayasan diharapkan untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di fasilitas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kepolisian setempat diharapkan akan terus melakukan pencarian dan pemantauan untuk memastikan keselamatan penghuni yang kabur.

Dengan demikian, insiden kaburnya penghuni yayasan rehabilitasi ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terkait.

Pihak Yayasan membantah dengan isu tersebut, dikatakan bahwa isu ini adalah hanya mencoreng nama baik yayasan tersebut.

Andri salah seorang pengurus itu mengatakan bahwa pihaknya sudah didatangi oleh kawan-kawan media dari FORWAT.

Namun setelah dikonfirmasi bahwa forwat mendatangi yayasan rehabilitasi mentari pagi yang berada di Banjar Wijaya cluster Gracia Kelurahan Cipete Kecamatan pinang Kota Tangerang, Andri mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar, sampai berita ini ditulis awak media masih mencoba menunggu klarifikasi dari pihak yang berwenang.(D.Wahyudi)