Derapperistiwa.id | Jakarta,-
Karina Trihastuti salah seorang pengunjung acara Peluncuran Buku serta ruang diskusi yang ditulis Oleh Prof.Connie Rahakundini Bakrie berjudul ” Dari Mimpi Peradaban Menuju Lahirnya Bangsa Berkesadaran” yang digelar pada 17Juni 20215 di Taman Ismail Marjuki mengungkapkan kekagumanya pada penulis dan tokoh intelektual terkenal, ia menilai bahwa karya-karya penulis dan pemikiran tokoh intelektual tersebut telah memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda.
Saya sangat terinspirasi oleh karya-karya serta pemikirannya yang mendalam dan orisinal telah membuka mata saya terhadap berbagai isu penting di masyarakat,” kata Karina.
Lebih lanjut Karina menyampaikan “Saya kagum dengan kemampuan Prof.Connie Rahakundini Bakrie dalam menyampaikan ide-ide kompleks dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Ia mengaku melalui media sosial, Instagram dirinya selalu mengikuti postingan, maupun catatan kecil Connie, yang bermakna dan telah membantu saya memahami wawasan kebangsaan serta literasi global dunia dengan lebih baik,” tambahnya.
Kekagumanya pada seorang Prof.Connie Rahakundini yang menjadi alasan ia hadir di Taman Ismail Marjuki tempat dimana buku tersebut diluncurkan serta acara Ruang Diskusi diadakan.
Dirinya menilai tokoh intelektual seperti Prof. Connie tersebut memiliki pemikiran yang mendalam dan orisinal, yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda.
Kemampuan penulis dalam menyampaikan ide-ide kompleks dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Membuat ia percaya bahwa karya-karya penulis dan pemikiran tokoh intelektual tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan membantu memecahkan masalah sosial.
Kepada awak media ia ungkapkan Bangga bisa hadir serta berfoto bersama para tokoh yang hadir
“Di tempat inilah aku disadarkan.. bahwa tidak boleh ada yang melekat pada diri kita apapun itu, harus mengalahkan semua Tiran yang berada dalam diri kita” tulisnya diunggahan akun Instagram dengan foto dirinya berlatar belakang Acara.
Sementara Soraya Haque model dan pemeran yang juga menjadi salah satu pembicara dalam ruang diskusi, dalam unggahan Instagram nya menulis,Diskusi kemarin sore membuat kami saling berbagi perspektif tentang peradaban bangsa Indonesia, semakin memperjelas betapa kondisi bangsa ini perlu mengaktualisasi nilai-nilai Keindonesiaan dalam arsitek negara modern.
Dalam prolognya, beliaubmengatakan: “membangun republik yang sadar dengan meninggalkan paradigma kekuasaan yang dibangun atas dasar kasih dan kewaspadaan spiritual”.
Sebuah buku yang penuh sarat makna sekaligus manifestasi dari semangat itu, bukan hanya tawaran ide, tetapi sebuah peta jalan menuju bangsa tercerahkan, bukan karena kekuatannya,tetapi karena kedalaman ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan “Visi yang menyadarkan untuk membangun bangsa yang sadar, mulia, dan tidak tergoyahkan”
Sore itu, kami semua menutup diskusi buku dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” dengan suara menggema dan menggetarkan hati,”Akan kah mimpi itu akan sampai?”
“Hidup Berkesadaran,Melibatkan pemahaman yang dalam tentang realitas sebenarnya. Ini berarti melihat segala sesuatu apa adanya,tanpa terjebak dalam pemikiran atau emosi yang bias, bahkan terdistorsi.
Persoalannya adalah bagaimana saat kebisingan menutupi kekosongan nalar?Menurut seorang filsuf Perancis, René Descartes, melalui metode SKEPTISISME bersifat selalu mempertanyakan pikiran, perasaan,sampai identitas kita yang diujungnya mampu menemukan sesuatu yang tidak bisa digoyangkan.
Pikiran yang “hidup” selalu “mempertanyakan” identitas diri untuk membangun republik yang berkesadaran.Ini adalah kerja panjang peradaban, melibatkan pemikiran,keberanian moral, dan ketekunan jiwa.Bravo, Prof. Connie Sebuah buku yang mampu menggairahkan pikiran dan Jiwa.
Sebelumnya diberitakan Peluncuran Buku Karya Prof.Connie Rahakundini Bakrie, yang juga dihadiri AM Hendropriyono hingga Rocky Gerung berlangsung sukses,
Pakar pertahanan, Prof.Connie Rahakundini yang baru saja meluncurkan karya bukunya berjudul “Dari Mimpi Peradaban Menuju Lahirnya Bangsa Berkesadaran”, juga sekaligus menggelar ruang diskusi.
Dalam kesempatan Prof. Connie Rahakundini menyampaikan “Ia mendedikasikan karyanya itu untuk tanah air keduanya yakni Rusia”.
“Buku ini didedikasikan untuk tanah yang membangunkan jiwaku dari tidur panjang ketidaksadaran-tanah air keduaku: Rusia,”
Adapun acara diskusi buku tersebut dihadiri oleh AM Hendropriyono, Rocky Gerung, Soraya Haque, Puti Guntur Soekarno, dan Akbar Faizal.
Hendropriyono pun mengapresiasi karya Connie yang berbobot itu.”Bukan sekedar buah pikir akademik, melainkan peta strategis bagi masa depan Indonesia,” ungkapnya.
Dirinya juga melihat bahwa saat ini dominasi narasi pembangunan justru hanya berbasis angka dan struktur fisik.
Dengan buku yang ditulis oleh Connie Rahakundini Bakrie, AM Hendropriyono menyebut bahwa karya tersebut telah mengingatkan terhadap kekuatan sejati dari bangsa.
“Mengingatkan kita bahwa kekuatn sejati bangsa terletak pada kesadaran”.
“Ini buku yang sangat berbobot, saya kira bahasanya juga lugas, to the point, analisanya tajam, jadi bagus juga dibaca, bahkan juga oleh pelajar SMA mudah dipahami,” ucap mantan Kepala BIN.
Dalam buku tersebut, kata Hendropriyono, berisi tentang sumber kekuatan yang berasal dari karakter diri sendiri.
Sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus memahami bahwa fondasi membentuk karakter yang mumpuni adalah karekter yang fundamennya filsafat bangsa, etika koletif, kebudayaan, dan intelektualitas ungkapnya
“Karakter satu pendirian yang bagus tercermin dari cara berpikir, cara berbicara, dan cara bertingkah laku, itu lewat pendidikan,”.**
Editor : D.Wahyudi
