DINAS LINGKUNGAN HIDUP KAB. MUARA ENIM MANDUL ADANYA LIMBAH B3

NASIONAL549 Dilihat

Derapperistiwa.id | Sumsel,

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) kembali menjadi momok bagi warga, khususnya di lingkungan Graha Bumi Enim (GBE), Desa Muara Lawai, Kabupaten Muara Enim. Mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga masyarakat kini geram karena pemerintah seolah tutup mata, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim yang dinilai lamban dan tidak tanggap.

Parahnya, salah satu anggota DPRD Muara Enim, Kasman, disebut-sebut ikut andil secara tidak langsung dengan menyewakan rumah kepada pihak PT.AMM, yang kini dijadikan mess karyawan dan diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan.

 

Ikan Mati Massal, Kolam Tercemar

Kejadian bermula saat Khairlani, warga GBE, mendapati ikan-ikan di kolam miliknya mati secara massal. Dugaan kuat, limbah dari mess PT.AMM telah mencemari saluran air yang mengalir ke kolamnya.

“Saya kaget ketika melihat ikan-ikan mati mendadak. Setelah saya telusuri, ternyata limbah dari mess PT.AMM masuk ke aliran sumber air kolam saya,” jelas Khairlani kepada awak media, Jumat (4/7/2025).

Ia menambahkan bahwa bukan hanya kolam miliknya yang terdampak. “Beberapa kolam milik warga lain juga mengalami hal yang sama. Kami sudah melaporkan ini ke pemerintah setempat dan DLH, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata.”

 

RT GBE: Pihak Perusahaan Harus Bertanggung Jawab

Ketua RT setempat pun ikut angkat suara. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa rumah tersebut disewa oleh pihak PT.AMM sebagai mess karyawan, karena tidak pernah ada laporan resmi ke pihak RT maupun pemerintah desa.

“Sudah hampir satu tahun mereka menempati rumah itu tanpa koordinasi. Sekarang malah mencemari lingkungan kami. Pihak perusahaan dan penyewa harus bertanggung jawab penuh atas kerugian dan keresahan warga,” tegas Ketua RT GBE kepada media.

 

Humas PT.AMM Lempar Tanggung Jawab ke Pemilik Rumah

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak Humas PT.AMM hanya menyampaikan bahwa perihal pencemaran tersebut sudah diberitahukan kepada pemilik rumah dan akan ditindaklanjuti oleh yang bersangkutan.

Pernyataan itu memicu kekecewaan warga, karena perusahaan dinilai berusaha lepas tangan dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah.

 

DLH Muara Enim Dianggap Mandul

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim belum terlihat turun ke lokasi, meskipun sudah ada laporan dari warga. Masyarakat pun mempertanyakan fungsi pengawasan dan pengendalian yang seharusnya dijalankan oleh DLH.

“Kalau begini terus, lebih baik bubarkan saja DLH. Mandul dan tidak punya taring!” ujar salah seorang mahasiswa yang ikut mengawal kasus ini.**(Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *