Hijaukan Riau, Kapolda Turun Tangan!

POLRI532 Dilihat

Derapperistiwa.id | Pekanbaru,

Di tengah isu degradasi lingkungan dan ancaman kebakaran hutan yang terus menghantui Provinsi Riau, satu langkah kecil namun sarat makna terjadi di Kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), Senin pagi (7/7/2025). Sebanyak 300 pohon ditanam dalam gerakan bertajuk Green Action. Tapi yang mencuri perhatian bukan hanya jumlah pohonnya, melainkan sosok yang ikut menanam: Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Di bawah sinar matahari pagi yang belum terlalu terik, Irjen Herry berdiri sejajar dengan Rektor Unilak Prof Dr Junaidi dan General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin. Mereka bertiga, dari tiga institusi berbeda, menyatu dalam satu aksi: menghijaukan kembali Bumi Lancang Kuning yang lama dituduh sebagai penyumbang asap nasional.

“Riau punya sejarah panjang soal kabut asap. Kita tidak mau lagi dikenang karena bencana itu,” tegas Irjen Herry saat berbicara di hadapan mahasiswa dan tamu undangan yang hadir.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya pemerintah, tapi juga civitas akademika, perusahaan, media, bahkan masyarakat adat harus punya tanggung jawab kolektif atas lingkungan.

“Kalau tidak dimulai sekarang, lalu kapan? Kalau bukan kita, siapa lagi?” ucapnya.

 

Lebih dari Sekadar Tanam Pohon

Gerakan Green Action ini bukan sekadar seremoni tanam pohon yang selesai setelah kamera dimatikan. Di balik itu, ada pesan kuat yang ingin ditegaskan: bahwa perubahan hanya bisa terjadi lewat sinergi.

Rektor Unilak, Prof Junaidi, menyebut kolaborasi dengan Kapolda dan PLN sebagai energi baru bagi kampusnya untuk terus mendorong gerakan hijau. “Kami tidak hanya ingin kampus yang akademis, tapi juga ekologis,” katanya.

Sementara itu, Amiruddin dari PLN menegaskan bahwa partisipasi mereka bukan pencitraan, tetapi bentuk tanggung jawab sosial PLN terhadap lingkungan.

“Kalau hari ini kita menanam 300 pohon, harapannya ada ribuan pohon lain tumbuh lewat kesadaran yang dibangun hari ini,” ujarnya.

 

Mengubah Stigma, Menanam Harapan

Riau sering diberitakan karena karhutla dan kabut asap. Tapi hari itu, narasinya berbeda. Di atas tanah Kampus Unilak, bukan api yang menyala, tapi harapan.

“Pohon-pohon ini akan menjadi pelindung anak cucu kita,” ujar Kapolda Herry. Pernyataannya terdengar lirih, namun kuat. Ia sadar, mengubah stigma bukan pekerjaan mudah. Tapi setiap pohon yang ditanam hari ini, adalah penolakan terhadap kerusakan esok hari.

Di akhir acara, ketiga tokoh itu — Kapolda, Rektor, dan GM PLN — menancapkan pohon terakhir secara simbolis. Tak ada tepuk tangan berlebihan, tapi senyum lega dan harapan nyata terpancar dari wajah mereka.

Gerakan ini sederhana. Tapi seperti kata pepatah: dari sebatang pohon, bisa tumbuh hutan harapan.**(Pajar Saragih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *