Mahasiswa Gugat, Polisi Netral Kawal Aspirasi!..

DAERAH525 Dilihat

Derapperistiwa.id | Bangkinang,

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampar Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kampar, Rabu (03/09/2025). Suara lantang mahasiswa mengguncang gedung dewan, membawa tuntutan rakyat yang selama ini diabaikan.

Di tengah riuh massa, Polres Kampar di bawah komando AKBP Boby Putra Ramadhan S tampil netral dan tegas mengawal jalannya aksi. Sejak awal, Kapolres menegaskan bahwa aparat kepolisian hadir bukan untuk membungkam, melainkan untuk memastikan aspirasi rakyat tersampaikan tanpa intimidasi dan tanpa provokasi.

Koordinator aksi, Maulana, menyatakan bahwa mahasiswa turun ke jalan bukan untuk keributan, melainkan untuk menyalakan kembali api keresahan masyarakat Kampar yang lama terpendam.

“Kami hadir untuk menagih janji, karena rakyat Kampar sudah muak dengan janji kosong wakil rakyat,” tegas Maulana.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan keras kepada DPRD Kampar, di antaranya:

1. Mendesak DPRD Kampar untuk serius mengawasi kinerja pemerintah daerah yang dianggap gagal menjawab kebutuhan rakyat.

2. Menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang masih marak di tubuh birokrasi daerah.

3. Menuntut transparansi anggaran daerah serta penghapusan pungutan liar di sektor pendidikan dan pelayanan publik.

4. Mendesak DPRD Kampar agar segera turun ke lapangan melihat langsung kondisi infrastruktur, jalan rusak, dan pelayanan dasar yang terbengkalai.

5. Meminta DPRD Kampar bersikap tegas terhadap perusahaan yang beroperasi di Kampar namun abai terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Menghadapi massa, Kapolres Kampar menginstruksikan personel untuk bersikap humanis namun tegas, menjaga gerbang DPRD tanpa senjata berlebihan.

“Kami sangat menghargai adik-adik mahasiswa yang berani bersuara. Polisi ada di sini hanya untuk menjamin hak demokrasi agar tidak dibungkam. Kami sadar, polisi juga bagian dari rakyat,” tegas AKBP Boby Putra.

Dengan pengamanan netral dan profesional, aksi mahasiswa berjalan damai, tanpa bentrokan, tanpa anarkis. Aspirasi masyarakat Kampar pun akhirnya terdengar jelas di hadapan Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi dan para wakil rakyat lainnya.

Aksi ini menjadi bukti bahwa ketika mahasiswa lantang menyuarakan kebenaran, dan polisi berdiri netral di barisan rakyat, suara keadilan tidak akan bisa dipadamkan. (Pajar Saragih).