Intelijen Tak Bersembunyi, Sat Intelkam Kampar Bongkar Wajah Kemanusiaan

POLRI242 Dilihat

Derapperistiwa.id | Kampar,

Ketika sebagian institusi sibuk membangun citra lewat jargon, Satuan Intelkam Polres Kampar justru memilih turun tangan tanpa basa-basi. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Intelijen Polri ke-80, mereka meninggalkan bayang-bayang ruang tertutup intelijen dan menjejak langsung realitas sosial yang kerap terabaikan, Sabtu (03/01/2026).

Bukan seremoni kosong. Bukan pula sekadar rutinitas tahunan. Aksi sosial dan kepedulian lingkungan digelar secara nyata di Panti Asuhan Putri Aisyah Muhammadiyah Kecamatan Kuok serta Masjid Al Azhar Bangkinang, dimulai sejak pukul 08.30 WIB.

Kegiatan dipimpin langsung Kasat Intelkam Polres Kampar AKP Josrizal, dengan kehadiran Wakapolres Kampar KOMPOL Rizki Hidayat, KBO Sat Intelkam IPTU Eli Jonson Hamonangan Sihombing, para Kanit, serta seluruh personel Sat Intelkam Polres Kampar.

Di Panti Asuhan Putri Aisyah Muhammadiyah, Sat Intelkam tidak datang dengan janji, melainkan bukti. Bantuan berupa perlengkapan sekolah, pakaian, dan kebutuhan harian diserahkan langsung kepada anak-anak asuh, kelompok yang kerap menjadi objek simpati, namun jarang disentuh secara konsisten.

Tak berhenti di sana, dua bibit pohon mangga ditanam di halaman panti. Sebuah simbol keras bahwa kepedulian sosial tanpa keberlanjutan lingkungan hanyalah empati sesaat.

Agenda kemudian bergeser ke Masjid Al Azhar Bangkinang. Personel Sat Intelkam turun membersihkan lingkungan masjid dan menyerahkan perlengkapan kebersihan, menegaskan bahwa menjaga rumah ibadah bukan sekadar tugas pengurus, melainkan tanggung jawab kolektif.

Wakapolres Kampar KOMPOL Rizki Hidayat menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk keberpihakan nyata institusi terhadap nilai kemanusiaan.

“Intelijen Polri tidak hanya bekerja dalam senyap untuk pengamanan. Kami juga hadir di ruang sosial, menyentuh masyarakat, dan menjaga lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, AKP Josrizal menekankan bahwa HUT Intelijen Polri ke-80 menjadi momentum pembuktian, bukan perayaan kosong.

“Kepercayaan publik tidak dibangun dengan pencitraan. Ia lahir dari kehadiran nyata, sikap humanis, dan keberanian untuk turun langsung ke masyarakat,” ujarnya lugas.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.45 WIB. Situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Di usia ke-80, Intelijen Polri melalui Sat Intelkam Polres Kampar seakan menyampaikan pesan tanpa retorika, pengabdian sejati tidak perlu berisik, cukup bekerja dan menyentuh yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *