Viral Modus ART Rekrutan Facebook Diduga Beraksi di Sejumlah Daerah, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

NASIONAL97 Dilihat

Derapperistiwa.id | Jakarta,

Masyarakat kembali dihebohkan dengan dugaan aksi pencurian yang dilakukan oleh oknum asisten rumah tangga (ART) yang direkrut melalui media sosial Facebook. Sejumlah korban di beberapa wilayah mengaku mengalami kerugian besar setelah menerima pekerja rumah tangga yang baru dikenal dalam waktu singkat. Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena pola kejadian dinilai memiliki kemiripan dan diduga terjadi secara berulang.

 

Salah satu laporan yang mencuat berasal dari wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Korban bernama Zulfikar Farhan Muzacky secara resmi telah membuat laporan polisi di SPKT Polsek Cengkareng terkait dugaan pencurian satu unit sepeda motor miliknya.

Berdasarkan dokumen tanda bukti laporan polisi yang diterima media, laporan tersebut tercatat dengan nomor:

LP/B/251/III/2026/SPKT/POLSEK CENGKARENG/POLRES METRO JAKBAR/POLDA METRO JAYA

Laporan dibuat pada tanggal 2 Maret 2026.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Stylo tahun 2024 warna hijau dengan nomor polisi B 5799 BMN. Motor tersebut diduga dibawa kabur oleh terlapor yang sebelumnya bekerja sebagai ART di rumah korban.

 

Korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.

 

Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat korban merekrut ART melalui media sosial Facebook.

Terlapor diketahui baru beberapa hari bekerja di rumah korban sebelum akhirnya diduga melancarkan aksinya.

 

Korban baru menyadari motornya hilang ketika hendak digunakan pada pagi hari. Setelah dilakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi, motor diduga dibawa kabur oleh pelaku menggunakan kunci yang sebelumnya diambil dari gantungan di rumah korban.

 

Dalam laporan tersebut, korban melaporkan dugaan tindak pidana pencurian biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 KUHP.

Korban Lain Bermunculan

Tidak hanya terjadi di Jakarta Barat, dugaan kasus serupa juga disebut dialami oleh sejumlah warga lain di berbagai daerah.

 

1. Juwita Gilang Permata – Bandung

Korban bernama Juwita Gilang Permata dikabarkan juga telah membuat laporan polisi di wilayah Bandung terkait dugaan pencurian oleh ART hasil perekrutan media sosial Facebook.

 

Meski rincian lengkap kerugian masih dalam pendalaman, korban mengaku mengalami kehilangan barang berharga setelah mempekerjakan ART yang baru dikenal melalui akun media sosial.

 

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan aksi pencurian dengan modus serupa.

 

2. Zulfikar Farhan Muzacky – Jakarta Barat

Kasus yang dialami Zulfikar menjadi perhatian publik setelah dokumen laporan polisi beredar luas di media sosial.

 

Korban mengalami kerugian satu unit motor Honda Stylo tahun 2024 dengan total kerugian sekitar Rp30 juta.

 

Pihak keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat mengusut keberadaan pelaku.

 

3. Elin Sri Agustini – Tajurhalang Bogor

Korban lainnya, Elin Sri Agustini, warga Tajurhalang Bogor, juga mengaku mengalami kerugian setelah menerima ART dari media sosial Facebook.

 

Dalam keterangannya, Elin kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio serta sebuah tablet Samsung.

 

Peristiwa tersebut disebut membuat keluarga korban trauma karena pelaku sebelumnya sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

 

Diduga Ada Pola Perekrutan yang Sama

Munculnya sejumlah laporan dari berbagai daerah memunculkan dugaan adanya pola perekrutan yang sama melalui media sosial Facebook. Para korban umumnya mengaku menerima pekerja tanpa proses verifikasi identitas yang mendalam.

 

Beberapa korban bahkan mengaku hanya berkomunikasi lewat pesan Facebook dan WhatsApp sebelum pelaku datang bekerja.

 

Fenomena ini pun memicu kekhawatiran masyarakat karena media sosial kini tidak hanya digunakan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjalankan aksi kejahatan.

 

Dugaan Penanganan Lambat Jadi Sorotan

Selain dugaan pencurian, sejumlah korban juga mulai menyoroti proses penanganan laporan yang dinilai lambat. Beberapa korban berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan secara maksimal, terlebih jika ditemukan adanya keterkaitan antar kasus di berbagai wilayah.

 

Para korban berharap polisi dapat melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya jaringan atau kelompok tertentu yang menjalankan modus perekrutan ART melalui media sosial untuk melakukan pencurian.

 

Masyarakat pun diimbau agar lebih berhati-hati saat mencari pekerja rumah tangga secara online. Verifikasi identitas, alamat, hingga rekam jejak calon pekerja dinilai sangat penting guna menghindari kejadian serupa.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sejumlah laporan yang telah masuk.**