Jargon Ketahanan Pangan ala Polsek Tapung Hulu, Gimmick Sektoral atau Solusi Nyata Krisis Petani?

POLRI131 Dilihat

Derapperistiwa.id | Tapung Hulu,

Di tengah bayang-bayang krisis pangan dan melambungnya harga sarana produksi pertanian, institusi kepolisian sektor Tapung Hulu justru memilih cara unik untuk menarik simpati publik. Alih-alih hanya berfokus pada ruang lingkup penegakan hukum konvensional, korps berbaju cokelat ini kini mulai menyisir sektor agraria lewat program yang diberi nama cukup puitis: “Polisi Cinta Petani”.

Langkah ini memicu perhatian publik. Personel Polsek Tapung Hulu terpantau mulai rutin “turun ranjang” langsung ke lahan pertanian di Desa Intan Jaya. Mereka tidak sedang memburu pelaku kriminal, melainkan ikut memegang cangkul, merawat tanaman, hingga membagikan pupuk dan herbisida (obat rumput) kepada kelompok tani lokal.

 

Sebagai ujung tombak di lapangan, Bhabinkamtibmas Desa Intan Jaya, Aipda Ripi Madores, menjadi sosok yang paling disorot dalam aksi “penyuluhan dadakan” ini. Di sela-sela kegiatannya di sawah, Ripi menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar panggung sandiwara, melainkan panggilan tugas untuk mengawal perut rakyat.

 

“Kami sadar tantangan petani saat ini berat, mulai dari modal hingga perawatan. Melalui kehadiran kami, kami ingin memastikan para petani di Desa Intan Jaya tidak berjalan sendirian. Ini komitmen nyata kami untuk mendampingi mereka dari tanam hingga panen demi swasembada pangan,” tegas “Aipda Ripi Madores”.

 

Fenomena aparat keamanan yang beralih fungsi menjadi penyokong sektor pertanian ini memang diklaim sebagai wujud dukungan terhadap program strategis pemerintah pusat. Namun di sisi lain, langkah agresif ini juga memantik pertanyaan kritis di ruang publik: Apakah ini murni kepedulian struktural, atau sekadar strategi “public relations” (kehumasan) demi mendongkrak citra institusi?

 

Menanggapi skeptisisme tersebut, Kapolsek Tapung Hulu mendukung penuh apa yang dilakukan anggotanya di lapangan. Ia menampik jika program ini disebut sebagai langkah seremonial belaka.

 

“Melalui Program Polisi Cinta Petani, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat, khususnya para petani yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan,” ujar Kapolsek Tapung Hulu.

 

Bagaimanapun, publik kini menunggu apakah bagi-bagi pupuk gratis ala Polsek Tapung Hulu ini mampu menjadi solusi jangka panjang bagi struktural pertanian di Desa Intan Jaya, atau justru mengaburkan fungsi utama kepolisian sebagai penegak hukum dan penjaga Kamtibmas yang presisi. (Pajar Saragih).