Dugaan Keracunan Masal MBG di Kampar: Satgas Hentikan Sementara Operasional SPPG

NASIONAL3647 Dilihat

Derapperistiwa.id | Kampar,

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, Riau, memicu sorotan tajam setelah puluhan pelajar dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan makanan. Menanggapi insiden tersebut, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kampar mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola fasilitas terkait.

 

Langkah penghentian operasional sementara (suspend) dilakukan sembari menunggu hasil pengujian laboratorium dari sampel makanan yang diambil oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) serta keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Kampar, Dr. H. Misharti, S.Ag., M.Si., menyatakan keprihatinannya atas insiden yang berdampak langsung pada para siswa di kawasan Tapung dan Tapung Hulu tersebut.

“Satgas MBG Kabupaten Kampar tentu sangat prihatin. Kita tidak menginginkan kejadian ini timbul,” ujar Misharti di Kampar.

 

Misharti menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah penanganan medis intensif bagi seluruh korban di puskesmas maupun klinik setempat. Pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan BBPOM telah meninjau langsung dapur penyedia MBG serta mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium mendalam.

 

“Langkah awal kita memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Mengenai dapur penyedia, operasional SPPG tersebut kita suspend atau tutup sementara sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan adanya keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat,” tegas Misharti.

 

Insiden dugaan keracunan masal ini berpotensi menjadi evaluasi menyeluruh bagi tata kelola penyediaan makanan bergizi di daerah. Publik dan wali murid mendesak transparansi penegakan standar operational (SOP) serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur SPPG guna menjamin keselamatan para siswa penerima manfaat. (Pajar Saragih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *