Mahasiswa Pekanbaru Soroti Dugaan Jual Beli Lowongan Kerja dan Isu Lingkungan di PT ESI, Ultimatum 4×24 Jam Dilayangkan

PERISTIWA47 Dilihat

Derapperistiwa.id | Pekanbaru,

Kalangan mahasiswa di Pekanbaru menyoroti dugaan praktik jual beli lowongan kerja di PT Ecosystem International yang disebut melibatkan seorang Project Manager berinisial ZUL. Dugaan tersebut berkaitan dengan rekrutmen tenaga kerja di wilayah Minas dan Duri yang disebut bernilai antara Rp20 juta hingga Rp30 juta untuk satu posisi kerja.

 

Perwakilan Mahasiswa Pekanbaru, Abdi, menyampaikan bahwa pihaknya menantang manajemen PT Ecosystem International untuk membuktikan sebaliknya apabila dugaan itu dinilai tidak benar.

 

“Kami menantang PT ESI membuka data pembanding. Jika perusahaan membantah, silakan buka fakta dan data terbaliknya,” ujar Abdi.

 

Menurut Abdi, dugaan praktik jual beli lowongan kerja ini dinilai mencederai prinsip keadilan bagi pencari kerja lokal dan membuka ruang adanya penyalahgunaan kewenangan oleh oknum tertentu.

 

Tak hanya persoalan ketenagakerjaan, mahasiswa juga menyoroti dugaan persoalan lingkungan yang selama ini disebut terjadi di wilayah operasional perusahaan. Mahasiswa menduga terdapat praktik pembuangan limbah ke aliran sungai di kawasan Petapahan dan Minas yang apabila terbukti benar dinilai bertentangan dengan prinsip keselamatan dan perlindungan lingkungan hidup.

 

“Selain dugaan jual beli lowongan, kami juga menyoroti dugaan pembuangan limbah ke sungai di Petapahan dan Minas. Jika benar terjadi, ini mencederai aturan dan komitmen terhadap keselamatan lingkungan,” kata Abdi.

 

Mahasiswa meminta PT Ecosystem International segera memberikan klarifikasi terbuka, baik terkait dugaan praktik rekrutmen berbayar maupun isu lingkungan yang mereka soroti. Mereka juga mendorong instansi terkait untuk menelusuri dua isu tersebut secara serius.

 

Sebagai bentuk ultimatum, mahasiswa memberikan tenggat waktu 4×24 jam sejak berita ini diterbitkan agar perusahaan memberikan jawaban resmi. Jika tidak ada klarifikasi maupun respons dari pihak perusahaan dalam batas waktu tersebut, mahasiswa memastikan akan turun melakukan aksi.

 

“Jika dalam 4×24 jam tidak ada jawaban dan tanggapan resmi, kami pastikan mahasiswa akan turun aksi di PHR untuk meminta putus kontrak PT Esi dan aksi di kantor PT Esi sebagai bentuk kontrol sosial,” tegas Abdi.

 

Mahasiswa menegaskan langkah ini bukan sekadar tudingan, melainkan bentuk dorongan agar perusahaan terbuka kepada publik dan bersedia menguji seluruh dugaan tersebut melalui data dan fakta.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Ecosystem International maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan keterangan resmi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *