Suasana Tanah Karo di Riau: Perkumpulan Marga Ginting Tapung Raya Rayakan HUT ke-8

RIAU1039 Dilihat

Derapperistiwa.id | Tapung Hulu, 

Nuansa tanah Karo terasa kental di bumi Riau, khususnya di wilayah Tapung Raya, Kabupaten Kampar. Hal ini tampak jelas dari semakin aktif dan solidnya ikatan kekeluargaan antara marga Ginting, anak beru, dan anak beru mentri yang berasal dari Suku Karo Sumatera Utara.(7 Juni 2025).

Dengan semangat persaudaraan yang tinggi, warga Suku Karo yang kini menetap di Tapung Raya terus menjaga tali silaturahmi serta melestarikan budaya leluhur mereka. Meski berada di tanah rantau, mereka tidak melupakan asal usul, adat, dan nilai-nilai budaya Karo, sembari tetap menjunjung tinggi prinsip Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda namun tetap satu jua.

Perkumpulan Marga Ginting, yang awalnya dibentuk pada tahun 2017 oleh tujuh keluarga, kini berkembang pesat dan telah beranggotakan 38 kepala keluarga. Tepat pada Sabtu, 7 Juni 2025, mereka merayakan Hari Ulang Tahun ke-8 berdirinya perkumpulan tersebut. Acara digelar di Aula Gereja GBKP Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.

Acara dimulai dengan pemotongan kue ulang tahun dan makan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan harapan dari pengurus. R. Ginting selaku Ketua Perkumpulan, didampingi oleh Bapak Dana Surbakti sebagai Sekretaris, Ibu Karin br. Prangin-angin sebagai Bendahara, serta Bapak D. Barus dan Bapak Inganta Ginting sebagai penasehat, menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya Karo meski hidup di perantauan.

“Budaya Karo harus tetap hidup dan dilestarikan, meskipun kita berada di tanah rantau. Semangat gotong royong, rasa hormat terhadap sesama, dan adat istiadat harus terus dijaga, agar kita selalu merasa seolah masih berada di Tanah Karo, Sumatera Utara,” ujar para pengurus dalam sambutannya.

Sebagai penutup acara, dilakukan foto bersama seluruh anggota perkumpulan, sebagai dokumentasi dan kenangan indah yang akan diwariskan kepada generasi penerus marga Ginting di masa depan.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, warga Karo di Tapung Raya telah menjadi contoh nyata bagaimana suku bangsa dapat hidup berdampingan dengan harmonis, menjaga identitas, namun tetap menghormati tanah tempat berpijak.Pajar Saragih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *