Derapperistiwa.id | Badung, Bali
Meski bukan kampus berbasis seni, Universitas Dhyana Pura justru tampil berani! Program Studi D4 Manajemen Perhotelan, Fakultas Bisnis dan Pariwisata Universitas Dhyana Pura, bersinergi dengan Kantor Urusan Internasional (KUI) menggeber workshop musik tradisi Bali – rindik dan tingklik – sebagai bentuk penguatan karakter budaya mahasiswa. (14/7/2025)
Puluhan mahasiswa lintas provinsi tampak antusias mengikuti pelatihan di ruang teater kampus. Pelatihan langsung dipandu oleh I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn., dosen sekaligus Sekretaris Media Independen Online Provinsi Bali, yang membuka wawasan bahwa hospitality bukan hanya soal pelayanan, melainkan juga pengalaman kultural.
“Musik bukan sekadar hiburan. Ia menciptakan atmosfer emosional yang kuat di hotel, villa, maupun ruang publik pariwisata. Di sinilah rindik mengambil peran,” tegas Nengah Rata, saat menjelaskan filosofi musik bambu tersebut.
Materi yang dibawakan mencakup sejarah dan fungsi musik rindik dalam konteks hospitality, serta teknik dasar bermain alat musik tradisional tersebut. Mahasiswa pun dilatih untuk menyeimbangkan kerja tangan kanan dan kiri saat memainkan bilah-bilah bambu.
Hingga workshop berakhir, para mahasiswa justru enggan beranjak. “Ini pengalaman baru. Kami ingin terus belajar,” ujar salah satu peserta. Energi positif itu juga memicu harapan besar dari sang pemateri.
“Semoga seluruh seni Nusantara, tak hanya Bali, bisa mewarnai dunia pendidikan pariwisata,” pungkas Nengah Rata dengan nada penuh semangat.**
Editor : Pajar Saragih / Pimpinan Redaksi.
