Burhanuddin Lempar Petir, Sutikno Siap Bersihkan Riau!!

KEJAKSAAN509 Dilihat

Derapperistiwa.id | Pekanbaru,

Awan gelap korupsi di Riau siap disambar petir keadilan. Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin akhirnya melantik Sutikno sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Kamis (23/10) di Gedung Utama Kejaksaan Agung Jakarta.

Langkah ini disebut sebagai rotasi strategis paling berani di tubuh Korps Adhyaksa tahun ini.

“Benar, Bapak Jaksa Agung telah melantik Kepala Kejaksaan Tinggi Riau yang baru, Bapak Sutikno,” tegas Asintel Kejati Riau Sapta Putra, ketika dikonfirmasi media.

Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: 854 Tahun 2025, dan ditandatangani langsung oleh ST Burhanuddin.

Sutikno, mantan Direktur Penuntutan Jampidsus, dikenal sebagai sosok berkarakter keras, anti kompromi, dan tanpa negosiasi terhadap korupsi.

ROTASI PANAS, SINYAL PEMBERSIHAN BESAR

Tak tanggung-tanggung, 17 Kepala Kejati dan 20 pejabat eselon II ikut digeser dalam gelombang pelantikan ini.

Bagi pengamat hukum, pergerakan ini bukan sekadar mutasi, melainkan “operasi bersih-bersih” di jantung kejaksaan daerah.

Dalam amanatnya, Burhanuddin menyuarakan pesan yang mengguncang ruang sidang:

“Pelantikan bukan seremoni. Ini ujian moral dan integritas. Pejabat yang tidak mampu menunjukkan kinerja nyata, akan kita ganti!”

Nada tegas itu menjadi peringatan keras bagi para Kajati, termasuk Sutikno yang kini akan memimpin penegakan hukum di Riau — daerah yang kerap jadi sorotan akibat kasus mega proyek dan mafia tambang.

SUTIKNO, SOSOK BERANI LAWAN ARUS

Sutikno bukan nama asing. Ia dikenal sebagai prajurit hukum garis depan Jampidsus yang terlibat dalam beberapa penanganan perkara besar.

Kini, langkahnya menuju Pekanbaru disambut harapan — sekaligus ekspektasi publik yang tinggi.

“Dalam waktu dekat beliau akan tiba di Pekanbaru untuk menjalankan tugas sebagai Kajati Riau,” ujar Sapta Putra.

Jaksa Agung secara gamblang menegaskan, Kejaksaan harus berdiri paling depan dalam pemberantasan korupsi.

Ia bahkan mengancam akan mengevaluasi satuan kerja yang lemah dalam penanganan perkara Tipikor.

“Tunjukkan taring Kejaksaan! Jangan biarkan korupsi bersembunyi di balik seragam atau jabatan!” pekik Burhanuddin di hadapan 36 pejabat baru yang dilantik.

INTEGRITAS DAN KEADILAN, TITIK TAK BOLEH GOYAH

Dalam penutupannya, Burhanuddin berpesan agar seluruh pejabat baru menjaga integritas pribadi dan keluarga, bekerja profesional, dan menjadikan keadilan sebagai kompas utama.

Pelantikan ini turut dihadiri Ketua Komisi Yudisial Amzulian Rifai, Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwadi, Plt Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana, serta jajaran elit Kejaksaan Agung lainnya.

Kini, sorotan publik tertuju ke Sutikno, sang jenderal baru di Bumi Lancang Kuning.

Apakah ia akan melanjutkan tradisi penegakan hukum yang keras, atau malah menyalakan babak baru Kejati Riau dengan gebrakan yang mengguncang meja koruptor?

Satu hal pasti — pesan Burhanuddin menggema ke seluruh penjuru negeri:

“Hukum tidak boleh tumpul ke atas, tajam ke bawah. Siapa pun bermain api korupsi — akan terbakar.” **(Pajar Saragih / Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *