Derapperistiwa.id | Kampar,
Ada pemandangan tak lazim di depan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Bangkinang, Selasa (24/02/2026). Jika biasanya raungan mesin patroli Satlantas Polres Kampar identik dengan surat tilang dan penindakan tegas di jalan raya, sore itu “taring” aparat luluh oleh tatapan anak-anak yatim.
Di bawah komando langsung Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, korps sabuk putih ini melakukan “penyerbuan” kemanusiaan. Bukan untuk mencari pelanggar lalu lintas, melainkan mengantarkan 75 paket takjil dan makanan berbuka bagi mereka yang sering terlupakan di hiruk-pikuk jalanan.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini menjadi tamparan halus bagi stigma miring terhadap aparat. Didampingi jajaran perwira seperti Iptu Sulthon Sekar Jagat hingga Ipda Brilian Sendi, para personel tampak menanggalkan kesan kaku demi membaur dengan penghuni panti.
“Kami ingin membuktikan bahwa empati tidak boleh mati di aspal jalanan. Sedikit rezeki ini adalah cara kami menjemput keberkahan di tengah tugas mengawal hukum,” tegas AKP Wulan mewakili Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan.
Langkah Satlantas ini seolah menjadi kritik bagi publik; bahwa keamanan lalu lintas bukan sekadar soal aturan, tapi soal menjaga nyawa dan kemanusiaan. Senyum anak-anak panti saat menerima bingkisan menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di lapangan seharusnya memberi rasa aman, bukan rasa takut.
Aksi sosial di bulan Ramadhan 1447 H ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni musiman, tetapi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa jabatan dan seragam hanyalah titipan, sementara kepedulian adalah pengabdian yang abadi. (Pajar Saragih / Redaksi).







