Kasatgas MBG Kampar Meradang! Dr. Misharti: Jangan Manfaatkan Program Nasional untuk Kepentingan Pribadi, Tindak Tegas SPPG Nakal!

PERISTIWA47 Dilihat

Derapperistiwa.id | Tapung Hulu,

Gerah dengan mencuatnya skandal nasi goreng berbelatung di SDN 016 Desa Kusau Makmur, kecamatan Tapung Hulu kabupaten Kampar – Riau, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kampar, Dr. Misharti, akhirnya angkat bicara dengan nada tinggi. Ia mengecam keras kelalaian oknum pengelola yang dinilai bekerja asal-asalan hingga mengancam keselamatan kesehatan anak didik.(20/04/2026).

 

Melalui Chat WhatsApp Pribadi miliknya kepada media, Dr. Misharti menyayangkan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) dan yayasan mitra di lapangan. Menurutnya, standar gizi dan kebersihan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

 

Dr. Misharti menegaskan tidak akan tinggal diam. Ia segera memerintahkan Camat selaku Kasatgas tingkat Kecamatan untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan memeriksa sampel makanan cadangan (*makanan wajib simpan 2 hari*) dari kejadian Sabtu lalu.

 

“Jika hasil survei membuktikan adanya belatung akibat ketidakhigienisan dan ketidaksesuaian standar keamanan pangan, maka kami akan mengeluarkan rekomendasi resmi agar Korwil MBG Kabupaten Kampar turun tangan dan menghentikan sementara suplai MBG ke sekolah tersebut,”* tegas Dr. Misharti dengan nada tajam.

 

Tak hanya soal belatung, Kasatgas MBG Kampar ini juga menyoroti aspek manajerial dan infrastruktur SPPG. Ia memberikan peringatan keras bahwa seluruh sarana, fasilitas, hingga sistem sanitasi pengolahan limbah akan diaudit total.

 

“Semua SPPG wajib memiliki surat izin dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Jika belum sesuai standar, kami rekomendasikan untuk segera diperbaiki dan dilengkapi. Kami tidak ingin ada pihak-pihak, baik kelompok maupun individu, yang mencoba menunggangi atau memanfaatkan program mulia ini demi keuntungan pribadi semata,”* tambahnya lagi.

 

Dr. Misharti mengingatkan bahwa Program MBG memiliki dampak positif yang luas bagi pemberdayaan masyarakat dan kesehatan publik jika dilakukan sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Namun, ia menutup pernyataannya dengan peringatan pedas bagi para pelaksana yang tidak kompeten.

 

“Banyak yang melakukannya asal-asalan sehingga mengancam keselamatan anak-anak. Kami sebagai Satgas akan bertindak tegas menindak SPPG dan mitra jika didapati tidak sesuai dengan standar dan aturan yang telah ditetapkan. Jangan main-main dengan keselamatan generasi bangsa!”* pungkasnya. (Penulis: Pajar Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *