Inovasi Pengelolaan Sampah SMPN 1 Tapung Hulu: Ubah Limbah Menjadi Insektisida Ramah Lingkungan

PENDIDIKAN41 Dilihat

Derapperistiwa.id | Kampar,

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui pengembangan inovasi ramah lingkungan. Sekolah ini berhasil mengembangkan Alat Bakar Sampah Tanpa Asap, sebuah inovasi yang sebelumnya telah meraih predikat Juara I dalam ajang Lomba Inovasi Tingkat Kabupaten Kampar.

 

Alat yang awalnya dirancang untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekolah ini terbukti mampu membakar limbah secara efisien dengan minimalisasi produksi asap. Melalui sistem tersebut, pencemaran udara di kawasan sekolah dapat ditekan secara signifikan, menciptakan suasana belajar-mengajar yang lebih nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Tidak puas sampai di situ, tim pengembang inovasi sekolah terus melakukan serangkaian pengamatan dan uji coba mandiri. Hasil pengembangan terbaru menunjukkan bahwa asap hasil pembakaran yang melalui proses kondensasi mampu menghasilkan cairan khusus yang berpotensi kuat sebagai insektisida alami untuk tanaman. Pemanfaatan cairan ini menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana residu pembakaran diubah kembali menjadi produk bernilai guna untuk mendukung penghijauan sekolah.

 

Kepala Sekolah UPT SMP Negeri 1 Tapung Hulu, Pharada Kresna, M.Pd, menyatakan bahwa inovasi ini lahir dari kesadaran bersama untuk menciptakan solusi konkret atas permasalahan sampah, sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem.

 

“Kami ingin membuktikan bahwa sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, tetapi juga pusat kreativitas dan laboratorium solusi bagi isu-isu lingkungan. Alat bakar sampah tanpa asap ini tidak hanya mengurangi volume limbah secara drastis, tetapi juga memberikan bonus berupa cairan insektisida alami untuk merawat tanaman di area sekolah. Kami berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain serta menumbuhkan jiwa kepedulian lingkungan pada diri anak didik sejak dini,” ujar Pharada Kresna, M.Pd, dalam keterangannya.

 

Untuk memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas produk inovasi tersebut, pihak sekolah berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak eksternal, termasuk lembaga perguruan tinggi dan instansi terkait. Kerja sama ini bertujuan untuk melakukan pengujian laboratorium secara mendalam guna memastikan kandungan, efektivitas, serta aspek keamanan cairan insektisida sebelum digunakan secara lebih luas.

 

Melalui sinergi antara teknologi sederhana dan semangat pelestarian lingkungan, SMP Negeri 1 Tapung Hulu membuktikan bahwa pengelolaan limbah yang tepat guna dapat melahirkan produk sampingan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar. (Pajar Saragih).

 

Sumber : Tim inovasi UPT SMPN 1 Tapung Hulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *