Inovasi Pembelajaran Sains, Unri Gelar Workshop Kit Fisika Berbasis Etno-STEM di UPT SMPN I Tapung Hulu 

PENDIDIKAN97 Dilihat

Derapperistiwa.id | Kampar,

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sains yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal terus diakselerasi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau menggelar Workshop Kit Fisika Berbasis Etno-STEM Berorientasi Peralatan Budaya Melayu Riau bagi guru-guru IPA se-Kecamatan Tapung Hulu yang tergabung dalam MGMP Sultan Syarif Qasim, Rabu (5/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (5–6 Agustus 2026) ini bertujuan memperkuat kompetensi pendidik dalam mengembangkan media dan modul pembelajaran fisika yang inovatif dengan memanfaatkan artefak serta peralatan budaya lokal Melayu Riau sebagai sumber belajar.

Pendekatan Etno-STEM (Ethnoscience, Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang diusung dalam pelatihan ini mengintegrasikan nilai-nilai kebudayaan daerah ke dalam prinsip-prinsip sains modern. Sebanyak 24 guru IPA peserta workshop diperkenalkan pada berbagai perangkat (kit) Fisika yang dirancang khusus mengadaptasi mekanisme kerja alat-alat tradisional Melayu Riau. Melalui pemanfaatan media tersebut, konsep fisika yang kerap dianggap abstrak dapat dipelajari secara konkret dan erat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

 

Kepala UPT SMPN 1 Tapung Hulu, Pharada Kresna, M.Pd., menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat oleh akademisi FKIP Universitas Riau tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan mutu pendidik di wilayah Tapung Hulu.

 

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim dosen dari PMIPA FKIP Universitas Riau yang telah berbagi ilmu dan inovasi di tempat kami. Kegiatan Etno-STEM berbasis budaya Melayu Riau ini sangat relevan untuk membuka wawasan para guru IPA, sehingga pembelajaran fisika tidak lagi terkesan menakutkan atau abstrak, melainkan dekat dengan keseharian dan kearifan lokal siswa,” ujar Pharada Kresna di sela-sela kegiatan.

 

Ia menambahkan, pihak sekolah senantiasa mendukung program-program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi para guru guna mendorong terciptanya suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.

 

Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian FKIP Universitas Riau, Dr. Fakhruddin Z., S.Si., M.T., beserta jajaran tim akademisi PMIPA yang terdiri dari Prof. Dr. Muhammad Nasir, S.Si., M.Kom,Prof. Dr. Nur Islami, S.Si., M.T,Abdullah, S.Si., M.Si,Dodi Dahnuss, S.Pd., M.Pd,Ersa Desmelinda, S.Pd., M.Si,Novelia Prima, M.Pd,Lora Praguzti Miza, M.Pd,M. Nor, S.Si., M.T,Dr. Rini, S.Si., M.Si.

 

Dalam pelaksanaannya, para guru tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi praktik pengoperasian dan simulasi penggunaan Kit Fisika. Diskusi mendalam serta uji coba alat peraga menjadi ajang bertukar gagasan antarpendidik dalam merancang media ajar yang relevan dengan karakteristik satuan pendidikan masing-masing di Tapung Hulu.

 

Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal yang terintegrasi di sekolah-sekolah setempat. Selain mengoptimalkan kualitas pendidikan sains, integrasi unsur budaya Melayu Riau diharapkan mampu memperkuat karakter siswa sekaligus melestarikan warisan budaya daerah secara berkelanjutan. (Pajar Saragih).