DPRD Pati Memalukan! Dua Jurnalis Jadi Korban Kebiadaban dan Kini Laporan Polisi 

NASIONAL942 Dilihat

Derapperistiwa.id | Pati, 

DPRD Pati kembali tercoreng! Dua jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya secara sah justru menjadi korban kekerasan memalukan di gedung wakil rakyat. Insiden biadab ini bukan hanya menyerang individu, tetapi juga melecehkan kebebasan pers yang dijamin undang-undang. (4 September 2025).

Kedua korban, Mutia Parasti (LingkarTV) dan Umar Hanafi (murianews.com), secara resmi melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka mengalami kekerasan fisik yang dilakukan pengiring Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, Torang Manurung.

Kronologi kejadian sungguh tidak beradab. Saat jurnalis hendak meminta tanggapan Torang usai rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD, justru teror fisik menimpa mereka: Mutia ditarik kasar hingga terjatuh, Umar didorong dengan arogan.

Torang memang sudah mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf, namun publik menilai ucapannya hanya basa-basi.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena itu di luar kendali saya,” ujar Torang dalam videonya.

Permintaan maaf tidak akan pernah bisa menghapus fakta bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan nyata terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi.

Kini, masyarakat menanti sikap aparat kepolisian: apakah kasus ini ditangani dengan tegas dan transparan, atau dibiarkan mandek sebagai tontonan busuk dari permainan kekuasaan? **(Pajar Saragih / Tim Redaksi PRIMA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *