Derapperistiwa.id | Jakarta,
Dengan gemuruh komitmen dan konsolidasi yang tak lagi mengenal kompromi, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Merah Putih (AMP) resmi dilantik pada Selasa, 25 November 2025 di Gedung Kementerian Desa Tertinggal. Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Menko Dr. Zulkifli Hasan, Mendes PDT Yandri Susanto, Wamendes Riza Patria, Ketua DPD RI, serta para pejabat tinggi negara lainnya—menandai era baru yang jauh lebih tegas dan terarah dalam pembangunan desa.
Dalam momentum yang disebut sebagai “kebangkitan baru desa Indonesia”, ARC, Wakil Bendahara Umum DPP AMP, menegaskan bahwa AMP bukan lagi organisasi biasa yang berjalan mengikuti arus, melainkan mesin penggerak yang siap memutus rantai kemunduran desa.
“Di bawah kepemimpinan Bung Asep Anwar Sadat, SH, dan Sekjend Uhadi, SH, AMP akan menjadi lokomotif yang sulit dibendung,” tegas ARC.
Tak hanya sekadar seremoni, dukungan penuh pemerintah—mulai dari Menko Zulhas hingga Mendes—mempertegas mandat besar AMP untuk mengeksekusi program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti MBG, KOPDES Merah Putih, hingga agenda ketahanan pangan. Semua anggota AMP, kata ARC, siap berlari kencang, bukan merangkak.
“Kami optimis AMP akan menjadi motor raksasa yang menarik seluruh potensi desa. Baik SDA maupun SDM, semua akan kita pacu untuk kesejahteraan rakyat,” ungkap ARC.
Riau menjadi salah satu provinsi yang bergerak cepat. Dengan lebih dari 1.500 desa, komitmen yang digaungkan tidak main-main.
“Kami solid, setia, dan loyal. Tidak ada lagi dinamika internal yang mengacaukan langkah. Hari ini kami hadir 30 orang dari berbagai kabupaten—Inhil, Meranti, Pelalawan, Kampar, Rohil, Rohul, Siak, Inhu—semua masuk dalam struktur DPP AMP,” ujar Ketua DPD AMP Riau, H. Abdoel Rakhman Chan.
Usai pelantikan, DPD Riau akan langsung tancap gas melakukan konsolidasi tingkat DPD dan DPC se-kabupaten, termasuk berkoordinasi dengan Gubernur, Kadis PMD, dan seluruh Bupati di Riau. Tak hanya membangun struktur, tetapi juga mengokohkan pengaruh dan kesiapan bekerja untuk desa.
“Mari seluruh kades, perangkat desa, dan BPD merapat. Ini rumah besar. APDESI Merah Putih bukan lagi APDESI yang dulu—berbeda total. Tidak perlu diragukan dan tidak perlu diperdebatkan,” tutup ARC dengan nada tegas.
AMP kini bukan hanya hadir—tapi mengaum.* (Pajar Saragih / Redaksi).







