Rajut Persaudaraan, Baraya Cinta Asih Gelar Temu Kangen 2026: “Nu Jauh Urang Deuketkeun”

NASIONAL69 Dilihat

Derapperistiwa.id | Bandung,

Gurauan hangat dan pelukan rindu mewarnai pertemuan puluhan anggota keluarga besar Baraya Cinta Asih (Barcintas) dalam gelaran Halal Bihalal & Temu Kangen 2026. Bertempat di Abrina Cafe, Antapani, Sabtu (26/4/2026), acara ini menjadi oase pelepas rindu sekaligus penguat ikatan persaudaraan pasca-Idul Fitri 1447 H.

Kehadiran sosok Dewan Penasehat Barcintas, H. Irwan Setiawan—atau yang akrab disapa Apih Irwan—sangat dinantikan. Meski berhalangan hadir secara fisik, pesan mendalam dari Komisaris PT Agung Lestari sekaligus Ketua Umum LSM Jangkar ini tetap tersampaikan dengan khidmat melalui perwakilannya, Dodi Permana.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Dodi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Barcintas dalam merawat kebersamaan. Sebuah filosofi Sunda kuno pun digaungkan untuk membakar semangat para anggota.

“Apih menitipkan pesan utama: ‘Nu jauh urang deuketkeun, geus deuket urang rakeutkeun’. Yang jauh kita dekatkan, yang sudah dekat kita eratkan lagi,” ujar Dodi saat membacakan sambutan Apih Irwan.

Pesan tersebut bukan sekadar kalimat puitis, melainkan pengingat bahwa kekuatan utama Barcintas terletak pada ketulusan silaturahmi. Apih Irwan menekankan bahwa di tengah kesibukan masing-masing, menjaga simpul persaudaraan adalah kunci agar organisasi ini tetap solid dan bermaslahat.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar PT Baraya Agung Lestari, Apih juga menyampaikan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar Barcintas,” tambah Dodi.

Suasana semakin menyentuh saat acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Tawa pecah di tengah meja makan, seolah menghapus jarak yang sempat tercipta oleh waktu. Pertemuan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan doa bersama yang dipanjatkan dengan khusyuk demi kemajuan serta kekompakan seluruh anggota Baraya Cinta Asih di masa depan.

Bagi Barcintas, sore itu bukan sekadar kumpul biasa, melainkan momentum untuk pulang ke “rumah” yang bernama kekeluargaan.**DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *